ALAT PEREKAM TRANSAKSI MULAI DI PASANG PADA USAHA WAJIB PAJAK  DI KABUPATEN BANJARNEGARA
ALAT PEREKAM TRANSAKSI MULAI DI PASANG PADA USAHA WAJIB PAJAK DI KABUPATEN BANJARNEGARA

ALAT PEREKAM TRANSAKSI MULAI DI PASANG PADA USAHA WAJIB PAJAK DI KABUPATEN BANJARNEGARA

Tim Optimalisasi Pendapatan Pajak Daerah dalam ini adalah BPPKAD, Disnaker PMPTSP, Diskominfo, Satpol PP dan Polres Banjarnegaratelah melaksanakan tugas untuk mengawal pemasangan alat Perekam transaksi pendapatan pajak (tapping box) pada 33 Wajib Pajak, yang terdiri dari : Hotel, Restoran/warung makan, Hiburan, dan Parkir dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah,

Pelaksanaan Pemasangan alat Perekam transaksi pembayaran pajak daerah dilaksanakan selama 6 (enam) hari kerja terhitung mulai dari tanggal 21 Oktober 2020 – 27 Oktober 2020. Hal ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan survey dari sosialisasi-sosialisasi sebelumnya dan merupakan hasil dari asistensi KPK yang menginstruksikan adanya percepatan pemasangan alat. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Banjarnegara dalam hal ini BPPKAD bekerja sama dengan PT. Bank Jateng, dan pemasangan dilaksanakan oleh PT. SUBAGA sebagai rekanan penyedia alat Bank Jateng.

Target pemasangan alat perekam tersebut sejatinya akan dilaksanakan pada awal tahun 2020, namun mengingat adanya pandemic Covid-19 dan baru tersedianya alat maka pelaksanaan pemasangan baru bisa terealisasi pada bulan Oktober Tahun 2020 pada hotel, restoran, Hiburan dan parkir di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Pemasangan alat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah awal, akan dipasang sebanyak 33 unit terlebih dulu. Dengan adanya alat itu, Dwi Suryanto, S.Sos, M.Si (Kepala BPPKAD Kab. Banjarnegara) berharap target pendapatan pajak dari sektor pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir dapat tercapai.

Alat perekam transaksi pajak daerah tersebut disediakan oleh Bank Jateng dengan menyesuaikan kebutuhan alat yang sesuai dan compatible dengan pembayaran yang ada pada wajib pajak. Oleh karena itu, pemasangan alat perekam transaksi ini terbagi menjadi 3 (tiga) jenis alat yakni tapping box, PDT, dan Post Stand In.

BPPKAD Kabupaten Banjarnegara berharap, dengan dipasangnya alat tersebut, para Wajib Pajak taat dan patuh untuk menggunakan alat tersebut dalam setiap transaksi pembayaran yang diterimanya. Selain itu juga dengan telah dipasangnya alat perekam diharapkan warga masyarakat yang menginap, makan, berkunjung dan parkir ikut membantu mengawasi penggunaan alat tersebut serta bersedia berkontribusi dalam peningkatan pendapatan dan pembangunan daerah.

Saat ini BPPKAD masih terus memproses dan mengevaluasi pengembangan sistem tersebut. Terhitung awal November 2020 sudah diterapkan. Data tapping box akan masuk ke server BPPKD Kabupaten Banjarnegara. Dengan demikian, Pemda dapat melihat potensi pajak yang telah dipungut pada tempat usaha. Adanya alat itu diyakini dapat memaksimalkan pendapatan, terutama pajak daerah.

(*PDIPDL)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *