Pada hari Kamis (6/2/225) Kepala BPPKAD Kabupaten Banjarnegara menghadiri Rapat Koordinasi Teknis evaluasi dan tindak lanjut program ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto bertempat di Ruang Bima, Lantai 2 KPwBI Purwokerto. Hadir juga pada rakor tersebut perwakilan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dari Diskominfo, Bagian Hukum Setda, Bagian Perekonomian Setda, dan Bank Jateng se Wilayah Karesidenan Banyumas (Banjarnegara, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto, Christoveny, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah di wilayah eks-Karesidenan Banyumas dalam mendukung digitalisasi transaksi. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) semester I tahun 2024, seluruh pemerintah daerah di wilayah ini telah masuk dalam kategori digital dan Secara garis besar, performa TP2DD 4 kabupaten di wilayah eks karesidenan Banyumas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang dicerminkan dari kenaikan skor championship pada tahun 2024. Khusus Kabupaten Banjarnegara mendapatkan kenaikan skor tahun 2024 (YoY) mencapai 28,2% yang merupakan tertinggi di Wilayah Karesidenan Banyumas.
Pada kesempatan ini Kepala BPPKAD Banjarnegara menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim TP2DD Kabupaten Banjarnegara sehingga mendapatkan kenaikan skor ETPD tertinggi. Namun demikian terdapat aspek-aspek yang perlu terus ditingkatkan agar skor ETPD terus meningkat dan sekaligus menunjukkan tata kelola penerimaan dan belanja pemerintah daerah semakin baik. Aspek tersebut antara lain Literasi Masyarakat, Realisasi Roadmap, Rekomendasi lain (regulasi), Alokasi anggaran ETPD, Dokumen Perencanaan dan Dukungan Insentif.

By Admin

Tinggalkan Balasan